Lawan Stres dengan Teh, Begini Caranya!

Kompas.com — Khasiat teh (Camellia sinensi) sudah sejak lama dikenal, baik sebagai antioksidan, penekan risiko penyakit jantung dan stroke, maupun pencegah kanker. Namun, sebenarnya teh juga punya manfaat sebagai minuman antistres.

Sebuah penelitian menunjukkan, mereka yang meminum teh secara teratur memiliki kemampuan menanggapi stres yang datang secara lebih tenang. Pikiran-pikiran negatif pada peminum teh juga lebih cepat dibalikkan daripada orang yang jarang minum teh.

Hal itu terjadi karena kandungan teh memiliki efek menurunkan tekanan darah sehingga membuat tubuh lebih rileks dan meredakan kecemasan.

Akan tetapi, menurut Rina Poerwadi, ahli holistik aromaterapi, untuk mendapatkan khasiat antistres tersebut, cara minum teh yang tepat juga perlu dipelajari.

“Sediakan waktu khusus untuk minum teh. Kalau ingin menghilangkan stres, teh harus diminum dalam kondisi mindfullnes, tidak terburu-buru. Rasakan dan nikmati hangatnya, aromanya. Lambat laun tubuh akan menjadi rileks,” katanya.

Minum teh bersama para sahabat juga memiliki manfaat positif lebih besar. Itu sebabnya, di Inggris terdapat kebiasaan minum teh bersama.

Tiga Menit Krusial untuk Khasiat Teh

Senyawa berkhasiat teh terutama adalah polifenol flavonoid, senyawa antioksidan yang banyak dijumpai dalam tanaman obat. Teh juga mengandung asam amino, terutama theanin. Riset memperlihatkan bahwa theanin dapat meningkatkan kemampuan tubuh melawan infeksi dengan merangsang sel-sel T.

Beberapa penelitian juga membuktikan, teh mampu mengurangi risiko stroke. Orang yang minum tiga cangkir teh hijau memiliki risiko stroke 21 persen lebih rendah dibandingkan dengan bukan peminum teh.

Manfaat lain sangat beragam, dari penghilang stres, pelangsing, antikerut wajah, hingga penghenti perkembangan sel prakanker.

Rina Poerwadi, ahli holistik aromaterapi, mengatakan, untuk mendapatkan khasiat dari polifenol, sebaiknya teh diseduh tidak lebih dari tiga menit sebelum diminum.

“Penyeduhan yang terlalu lama bisa membuat senyawa-senyawa dalam teh mati,” kata wanita yang juga ahli kuliner sehat ini.

Bisa basi

Teh yang dibiarkan terlalu lama ternyata juga bisa basi. “Memang gula dalam teh bisa menjadi pengawet, tapi harus yang manis sekali. Karena itu, teh dalam kemasan botol atau teh yang biasa kita buat di rumah juga bisa basi,” kata Alex Rumodor, General Manager Marketing Activation & Public Relation PT Sinar Sosro dalam acara bincang-bincang bertema “Manfaat Teh untuk Kesehatan” di Kidzania, Jakarta, Kamis (13/1/2011).

Tanda-tanda teh basi, menurut Alex, bisa dilihat secara kasatmata dari perubahan warnanya. “Yang pasti warnanya berubah menjadi keruh. Ini terjadi karena mikroorganisme dalam teh berkembang biak dan bermetabolisme. Terkadang juga timbul partikel kecil yang mengambang di atas teh. Teh yang basi juga rasanya asam,” paparnya.

Untuk mendapatkan rasa teh yang nikmat, Alex menyarankan agar penyeduhan teh dilakukan terpisah antara teh dan gulanya. “Teh dan gula diseduh sendiri, baru dicampur. Rasanya akan lebih nikmat,” katanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: