Membeli Keajaiban

Sally baru berumur delapan tahun ketika dia mendengar ibu dan ayahnya sedang berbicara mengenai adik lelakinya, Georgi. Ia sedang menderita sakit yang parah dan mereka telah melakukan apapun yang bisa mereka lakukan untuk menyelamatkan jiwanya. Hanya operasi yang sangat mahal yang sekarang bisa menyelamatkan jiwa Georgi… tapi mereka tidak punya biaya untuk itu.

Sally mendengar ayahnya berbisik, “Hanya keajaiban yang bisa menyelamatkannya sekarang.”

Sally pergi ke tempat tidur dan mengambil celengan dari tempat persembunyiannya. Lalu dikeluarkannya semua isi celengan tersebut ke lantai dan menghitung secara cermat…tiga kali. Nilainya harus benar-benar tepat.

Dengan membawa uang tersebut, Sally menyelinap keluar dan pergi ke toko obat Continue reading “Membeli Keajaiban”

Advertisements

Hampir Saja Langit Pecah

Oleh: Nadirsyah Hosen

Paling tidak, ada dua peristiwa yang menyebabkan langit hampir pecah. Pertama, dalam surat Maryam ayat 90-91 disebutkan:

“Hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka mendakwa Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak”

Kedua, al-Qur’an menginformasikan kepada kita peristiwa lain yang juga hampir saja membuat langit pecah, yaitu dalam surat Asy-Syura ayat 5:

“Hampir saja langit itu pecah dari sebelah atasnya Continue reading “Hampir Saja Langit Pecah”

Kisah Si Pendengki

Alkisah, si pendengki dan teman-temannya tersesat di tengah hutan. Ternyata mereka ditangkap oleh orang-orang primitif. Untunglah mereka terhindar dari serangan yang lebih parah karena berhasil dicegah oleh kepala sukunya.
Si Fulan dan temannya memohon agar dilepaskan dan diizinkan untuk tinggal barang semalam saja. Kepala suku itu mengabulkan permintaan mereka dengan syarat setiap orang harus menemukan buah-buahan Continue reading “Kisah Si Pendengki”

abunawas memilih jalan

Siapa yang tak kenal Abunawas, sufi cerdik yang ‘nakal’, namun tahu semua jawaban? Semua orang di penjuru negeri mengenalnya. Ia dekat dengan Raja Harun Al Rasyid, tetapi lebih senang menghabiskan waktunya untuk bergaul dengan orang-orang badui.Ini salah satu kisahnya tentang cara memilih jalan;
Alkisah di mulut sebuah hutan ada sebuah rumah yang dihuni oleh sepasang saudara kembar yang tak bisa dibedakan oleh siapapun Continue reading “abunawas memilih jalan”

Cerita tentang kita semua

Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari.

Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya.

Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu.

Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.

Waktu terus berlalu.

Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya.

Suatu hari ia mendatangi pohon apel.

Wajahnya tampak sedih.

“Ayo ke sini bermain-main lagi denganku,” pinta pohon apel itu.

“Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi,” jawab anak lelaki itu.

“Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya.”

Pohon apel itu menyahut, “Duh, Continue reading “Cerita tentang kita semua”

Kejujuran

Seseorang bertanya kepada Nabi SAW, “Ya Rasulullah, terangkan kepadaku, apa yang paling berat dan apa yang paling ringan dalam beragama Islam?”

Nabi bersabda, “Yang paling ringan dalam beragama Islam ialah membaca syahadat atau kesaksian bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah Rasulullah.”

“Sedang yang paling berat adalah hidup jujur (dapat dipercaya). Sesungguhnya, tidak ada agama bagi orang yang tidak jujur. Bahkan, tidak ada shalat dan tidak ada zakat bagi mereka yang tidak jujur.” (HR Ahmad Bazzar).

Kalau seseorang itu beriman, mestinya ia yang jujur. Kalau tidak jujur, berarti tidak beriman. Kalau orang rajin shalat, mestinya juga jujur. Kalau tidak jujur, berarti sia-sialah shalatnya. Kalau orang sudah berzakat, mestinya ia juga jujur. Kalau tidak jujur, berarti zakatnya tidak memberi dampak positif bagi dirinya.

Anas RA berkata, Continue reading “Kejujuran”

Bolehkah aku marah?

Alkisah, dalam sebuah peperangan, Ali bin Abi Thalib berhasil mengalahkan lawannya. Ali berhasil memukul pedang lawannya hingga terlempar. Kemudian, Ali menjatuhkan lawannya hingga tak berkutik di tanah. Ali lalu menudingkan ujung pedangnya di leher lawannya tersebut. Ia tinggal menusukkannya. Namun tiba-tiba lawannya yang tergeletak itu meludahi wajah Ali. Ali kaget. Ia lalu mengusap lelehan air ludah di wajahnya. Ali terdiam sesaat, kemudian menarik pedangnya dan beranjak pergi meninggalkan lawannya. Padahal, hanya dengan satu gerakan kecil saja, Ali bisa membunuhnya.

Seseorang lalu bertanya. Ia heran kenapa Ali malah pergi dan bukan membunuh musuhnya, bahkan diludahi segala. Ali menjawab, “Karena aku diludahi, Continue reading “Bolehkah aku marah?”